KABARDAILY.COM,BANDA ACEH – Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh melaksanakan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal pada Minggu (05/04/2026) yang berlangsung di Aula Museum Aceh, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini mengusung tema “Mempererat Tali Silaturahmi dan Memperkuat Persaudaraan Masyarakat Kabupaten Bireuen di Perantauan Menuju Daerah yang Maju dan Penuh Berkah.”
Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Bireuen yang berada di Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta memperkuat solidaritas di tanah perantauan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pengurus IMKB Banda Aceh dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting serta undangan dari berbagai kalangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, Bupati Bireuen pertama periode 1999–2002 Drs. H. Hamdani Raden, H. Tu Bulqaini Tanjongan, Ketua MPP IMKB Prof. Dr. Bahrun, M.Pd, Ketua IMKB demisioner Dr. Amri, M.Si, H. M. Zaini Yusuf, ST, Wakil I Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab, Zahrul Munzir, M.Si, Ketua Umum IMKB Drs. Amiruddin Cut Hasan, M.Si, Ketua Harian IMKB H. Sayed Fakhrurrazi, M.Si, Sekretaris Umum IMKB Iskandar Ahmaruddin, Ketua Panitia Hamli Darni, S.Pd, AUD., M.Pd, serta Bendahara Panitia Mursal, S.Pd, beserta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, MT, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar sesama masyarakat Bireuen di perantauan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat kebersamaan. Kita harus saling memperhatikan satu sama lain sebagai warga Bireuen di Banda Aceh. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IMKB Banda Aceh, Drs. Amiruddin Cut Hasan, M.Si, menyampaikan bahwa IMKB merupakan wadah pemersatu masyarakat Bireuen yang tersebar di berbagai wilayah, khususnya di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
“IMKB hadir untuk mempererat persatuan dan menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Bireuen di perantauan. Dengan kebersamaan ini, kita berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah asal serta memperkuat nilai-nilai kekeluargaan,” ungkapnya.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh H. Tu Bulqaini Tanjongan, beliau mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tetap hidup dengan nilai-nilai kebaikan. Ia menyampaikan tanda-tanda hati yang telah mati, yaitu: Tidak menyesal atas perbuatan dosa yang telah berlalu, Tidak memiliki keinginan untuk berbuat kebaikan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal seperti ini merupakan bagian dari kebaikan, sehingga sudah sepatutnya dihadiri, Tidak pernah merasa cukup atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Tausiah tersebut memberikan pesan mendalam bagi para peserta agar senantiasa introspeksi diri, meningkatkan keimanan, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan halal bihalal ini berlangsung dengan penuh keakraban, diisi dengan sambutan, doa bersama, serta interaksi antar sesama warga. Suasana kekeluargaan yang hangat menjadi cerminan kuatnya ikatan sosial masyarakat Bireuen di perantauan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga, sehingga mampu mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang lebih maju dan penuh berkah.




















