JAWA TENGAH,KABARDAILY.COM – Event Bukan Musik Biasa yang berlangsung pada 25-28 November 2024 menjadi perbincangan hangat di kalangan seniman musik Indonesia hingga Desember ini. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ruang diskusi, tetapi juga panggung untuk menampilkan karya-karya musik inovatif. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah kehadiran Rizki Mona Dwi Putra, dosen Program Studi Seni Karawitan dari ISBI Aceh.
Sebagai peserta yang datang dari provinsi paling barat Indonesia, ISBI Aceh menjadi sorotan khusus dalam event tersebut. Tidak hanya sebagai penampil, Rizki Mona Dwi Putra juga didaulat menjadi pembicara dalam forum dialog “Bukan Musik Biasa #102”. Dalam kesempatan ini, ia memaparkan pandangannya tentang inovasi musik tradisi Aceh yang dikemas dengan gaya kekinian.
Rizki Mona Dwi Putra hadir dengan membawa beberapa mahasiswa dan alumni ISBI Aceh yang berkolaborasi menampilkan karya terbaik mereka. Penampilan mereka memadukan elemen tradisi Aceh dengan nuansa modern, menciptakan komposisi yang segar dan memukau audiens. Salah satu karya yang dibawakan adalah komposisi inovatif berbasis musik tradisi Aceh yang dikemas secara kontemporer.
Acara ini menjadi tempat berkumpulnya para komponis berkompeten dari seluruh Indonesia. Mereka mendiskusikan perkembangan musik dan mengeksplorasi berbagai pendekatan baru dalam berkarya. Rizki Mona Dwi Putra menilai bahwa event ini adalah ruang yang sangat penting bagi seniman untuk berbagi gagasan dan inspirasi.
Selain penampilan dan diskusi, ISBI Aceh juga menjadi salah satu peserta yang mendapatkan perhatian lebih dari pembawa acara. Sebagai institusi seni yang menempuh perjalanan terjauh, nama ISBI Aceh kerap disebut dalam berbagai sesi, memberikan kebanggaan tersendiri bagi peserta dari Aceh.
Rizki Mona Dwi Putra menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam acara ini membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh ke panggung nasional. Kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan dosen ISBI Aceh adalah bukti nyata dedikasi mereka dalam melestarikan sekaligus memodernisasi seni tradisi.
Salah seorang peserta dari Jawa Tengah, yang juga seorang komponis ternama, mengapresiasi keberanian ISBI Aceh dalam mengeksplorasi musik tradisional. Menurutnya, karya yang ditampilkan tidak hanya otentik, tetapi juga relevan dengan generasi muda saat ini.
Acara Bukan Musik Biasa telah memberikan dampak besar bagi para peserta, termasuk ISBI Aceh. Melalui partisipasi ini, Rizki Mona Dwi Putra berharap dapat membuka jalan untuk lebih banyak kolaborasi antara seniman Aceh dan seniman dari daerah lain di Indonesia.
Dukungan penuh dari ISBI Aceh terhadap para mahasiswa dan alumninya juga menjadi catatan positif. Rizki menegaskan bahwa perjalanan ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga pengalaman berharga dalam memperluas wawasan dan jejaring seni.
Event ini menjadi bukti bahwa seni tradisi Aceh memiliki tempat di kancah nasional, bahkan internasional. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, ISBI Aceh semakin menunjukkan perannya sebagai institusi seni yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas.




















