KABARDAILY.COM – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh meluluskan 71 mahasiswa pada Yudisium Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Rabu (16/9/2026). Sebanyak 20 lulusan meraih predikat cum laude.
Dekan FUF UIN Ar-Raniry, Prof Dr Salman Abdul Muthalib Lc MAg mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik. Menurutnya, gelar sarjana merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi di tengah masyarakat.
“Gelar sarjana yang diperoleh bukan hanya simbol keberhasilan akademik, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt., almamater, dan masyarakat,” kata Salman.
Ia mengatakan lulusan FUF perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus integritas dalam menerapkan ilmu. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi, para sarjana dituntut mampu mengambil peran sebagai pemikir, peneliti, pendidik, dan agen perubahan.
“Ilmu yang dimiliki harus menjadi sumber kemaslahatan, bukan sekadar kebanggaan pribadi. Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan komitmen terhadap kebenaran harus melekat pada setiap lulusan,” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUF UIN Ar-Raniry, Nurullah STH MA mengatakan dari 71 lulusan, 20 orang meraih predikat cum laude, 30 orang mendapat predikat pujian, dan 21 lainnya memperoleh predikat sangat baik.
Para lulusan berasal dari lima program studi. Jumlah terbanyak berasal dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebanyak 32 orang, disusul Sosiologi Agama 25 orang.
Selanjutnya, Aqidah dan Filsafat Islam meluluskan enam mahasiswa, Ilmu Hadis lima mahasiswa, dan Studi Agama-Agama tiga mahasiswa.
Dari sisi masa studi, lima mahasiswa menyelesaikan pendidikan dalam enam semester. Sebanyak 42 mahasiswa menempuh delapan semester, sembilan mahasiswa 10 semester, lima mahasiswa 12 semester, dan 10 mahasiswa 14 semester.
Capaian akademik tertinggi diraih Syakila Husna dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan IPK 3,89. Ia menyelesaikan skripsi berjudul Islamic Mindfulness Model Based on Tadabbur of QS. al-Isra’: 70 for Managing Insecurity Among Students.
Empat lulusan lainnya ditetapkan sebagai lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Mereka adalah Amalia Fithra dari Aqidah dan Filsafat Islam dengan IPK 3,78; Haya Shahiyatul ‘Ulya dari Studi Agama-Agama dengan IPK 3,83; Miratil Hayati dari Sosiologi Agama dengan IPK 3,68; dan Al Asaalul Kiram dari Ilmu Hadis dengan IPK 3,79.
Yudisium juga diisi orasi ilmiah oleh Dr Muhajirul Fadhli Lc MA dengan tema “Membaca Kembali Makna Al-Ummi: Antara Tradisi, Teks, dan Pemikiran Kritis”.
Dalam orasinya, Muhajirul mendorong agar kajian mengenai istilah al-ummi dilakukan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan struktur bahasa, konteks ayat, serta hubungan antarayat.
Sementara itu, mewakili peserta yudisium, Nabil Najibul Firdaus mengatakan kelulusan bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk memasuki fase kehidupan berikutnya.
“Gelar yang hari ini kami peroleh memang tertulis atas nama kami. Namun, perjalanan untuk mendapatkannya tidak pernah dilakukan oleh satu orang,” ujar Nabil. [ ]




















