28.9 C
Banda Aceh
BerandaLainnyaEkonomiSanusi Madli : Krisis Migor di Aceh, Harus Menjadi Momentum Evaluasi Penggunaan...

Sanusi Madli : Krisis Migor di Aceh, Harus Menjadi Momentum Evaluasi Penggunaan Otsus

kabardaily.com – Dalam beberapa hari terakhir, Aceh mengalami kelangkaan minyak goreng (Migor) di pasar, hampir seluruh daerah di Aceh, warga merasa kesulitan mendapatkan minyak goreng, jika pun ada harganya jauh dari jangkauan.

Kelangkaan minyak goreng di Aceh dianggap serius dan memprihatinkan, mengingat Aceh memiliki lahan kelapa sawit yang luas sebagai bahan baku migor dan memiliki dana yang berlimpah, terutama dana Otonomi Khusus (Otsus), hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Aceh Timur, Sanusi Madli, Rabu (16/2/2022).

“Seandainya dana otsus ini dipergunakan dengan baik dan berskala prioritas, tentu apa yang kita alami hari ini tidak akan terjadi, misalnya dana otsus itu dipergunakan terlebih dahulu untuk membangun industry, seperti pabrik minyak goreng, pabrik gula, pabrik saus, dan pabrik lainnya, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa harus bergantungan pada daerah lain serta dapat menyerap tenaga kerja dan dapat mengentaskan kemiskinan,” ujar Sanusi

Sanusi berharap, Peristiwa ini menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan, agar kedepan penggunaan dana otsus dapat dipergunakan dengan sebaik baik nya, dan berskala prioritas, sehingga kehadiran dana otsus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui serapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Tentu kita berharap, ini menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan, disisa dana otsus yang ada, sudah sebaiknya dimaksimalkan kepada perwujudan Aceh mandiri, dan terbebas dari juara miskin dan pengangguran yang tinggi, kalau bukan sekarang kapan lagi, sudah 88 trilliun lebih dana otsus mengalir ke Aceh, namun Aceh masih jauh dari kata Mandiri, apalagi hebat,” lanjut sanusi

Seharusnya, lanjut mantan ketua DPM Unsyiah ini, dengan sekian trilliun dana otsus yang sudah tersalurkan, Aceh sudah mandiri, paling kurang minyak goreng, gula, saus, dan beberapa produk lainnya yang memungkinkan pabriknya dibangun di Aceh tidak lagi bergantung pada provinsi tetangga.

“Pemerintah terkesan tidak punya skala prioritas pembangunan yang multiplier effect melalui dana otsus, banyak infrastruktur yang dibangun tapi terbengkalai dan bahkan belum sangat prioritas, masih ada yang lebih prioritas,” ujar sanusi

Pemerintah harus mencari solusi cepat atas persoalan ini, mungkin untuk jangka pendek sudah teratasi dengan bantuan 2 ribu ton migor dari pemerintah pusat, tinggal kemudian pemerintah melakukan operasi pasar untuk memastikan stok tersedia dengan harga terjangkau.

“Selanjutnya pemerintah perlu segera mencari solusi jangka menengah dan jangka panjang, juga bisa menghidupkan kembali industry migor yang dulunya pernah ada di Aceh dengan bahan baku kelapa,” tutup sanusi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

31,112FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Related News

Indonesia
6,053,424
Total confirmed cases
Updated on May 25, 2022 19:54
Indonesia
156,553
Total deaths
Updated on May 25, 2022 19:54
Indonesia
3,011
Total active cases
Updated on May 25, 2022 19:54