- Oleh Feri Irawan,Fans Timnas Indonesia
dan Kepala SMKN 1 Jeunieb
KABARDAILY.COM – Komunikasi menjadi salah satu alasan PSSI memecat Shin Tae-yong (STY) dan digantikan Patrick Kluivert. Suka atau tidak suka, STY telah meletakkan fondasi penting bagi sepak bola Indonesia.
Di bawah racikan STY Timnas Indonesia mengalami progres yang baik. Peringkat FIFA Tim Garuda pun terus membaik.
Juru taktik 54 tahun ini berhasil mendongkrak peringkat FIFA Garuda dari 174 menjadi 127 dunia.
Selama menukangi Garuda, STY membuat gebrakan dengan merombak tim dan memberikan kesempatan kepada pemain muda. Pemain-pemain seperti Marselino Ferdinan, Rizki Ridho, Asnawi Mangkualam, hingga Pratama Arhan menjadi pilar timnas.
Bagaimana kita melihat Marselino Ferdinan pemain berusia 20 tahun menjadi bintang Garuda ketika menaklukkan Arab Saudi di Jakarta dengan skor 2-0. Marselino memborong dua gol tersebut yang tercipta dengan cara yang cantik.
Selain itu, STY mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang membawa Garuda melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023.
STY juga mengantarkan Timnas Indonesia U-23 menjadi semifinalis Piala Asia 2024. Garuda Muda bahkan nyaris menembus Olimpiade, namun kalah dari Guinea di babak akhir play-off
Teranyar, Timnas Indonesia berhasil dibawanya berada di jalur positif menduduki peringkat tiga di bawah Jepang dan Australia dengan nilai enam. Sekaligus mengunci tempat tampil otomatis di putaran final Piala Asia 2027 tanpa mengikuti kualifikasi.
Setidaknya saya sudah menikmati sajian permainan Timnas Indonesia racikan STY. Setidaknya mulai dari Piala Asia U23 hingga Putaran tiga Piala Dunia.
Kini, beban lolos ke piala Dunia ada di pundak Patrick Kluivert. Sebagai pemain sepak bola reputasi Kluivert tidaklah diragukan. Dia pernah membawa klubnya Ajax Amsterdam menjuarai liga champions 2005.
Namun, sebagai pelatih Patrick Kluivert tidaklah sementereng Pep Guardiola dan Roberto Mancini. Juga belum sampai pada ‘bab’ Jurgen Klinsmann, Jose Mourinho, Louis van Gaal, atau Didier Deschamp.
Patrick Kluivert lebih banyak dengan pengalaman
sebagai asisten pelatih Timnas Senior: Belanda (2012-2014), Kamerun (2018-2019), NEC Nijmegen (2010-2011), AZ (2008-2010), hingga Brisbane Roar (2010).
Hal positifnya, juru taktik 48 tahun ini membawa Belanda menempati posisi 3 Piala Dunia 2014 sebagai sisten pelatih Louis van Gaal.
Kluivert menanggung beban besar dengan nama besarnya di dunia sepak bola.
Mimpi Indonesia ke Piala Dunia 2026 adalah garansinya. Kluivert harus siap-siap menghadapi tekanan besar dari publik Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pendukung sepak bola paling fanatik di dunia.
Yang pasti, Kluivert hanya punya waktu dua bulan lagi menjelang laga pertamanya melatih timnas Indonesia kontra Australia. Selanjutnya kontra Bahrain, Cina dan Jepang.
Empat laga tersisa ini akan menentukan laju tim Garuda apakah akan lolos langsung, lolos melalui putaran keempat, atau malah gugur dari babak kualifikasi.
Empat laga ini ibarat partai final yang harus diperjuangkan mati-matian. Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak bisa. Kluivert sendiri yang mengatakan bahwa bermain percaya diri adalah kunci mengalahkan negara manapun.
Tinggal saja bagaimana Coach Kluivert mendapatkan cinta pertama fans Indonesia saat Garuda bermain.
Bulan Maret mendatang menjadi kesempatan Kluivert mendapatkan cinta fans Indonesia tersebut. Dan cinta itu akan mekar sempurna apabila ia mengantar Indonesia ke pesta sepakbola terakbar dunia.
Lalu, hadirnya Patrick Kluivert, akankah Ianya meninggalkan bakat-bakat lokal yang lahir dan besar dari rahim pembinaan ibu pertiwi?. Mengingat Timnas Indonesia saat ini sarat dengan para pemain keturunan Belanda. Ingat! pemain lokal adalah “jantungnya” timnas. Ini sudah dibuktikan Rizki Ridho cs.
Tentunya perubahan pelatih Timnas Indonesia memberikan tantangan sekaligus kesempatan besar dalam perjalanan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Apakah coah Kluivert akan menerapkan permainan sepak bola menyerang ala total football? Menarik kita tunggu kontra Australia pada tanggal 20 Maret mendatang saat bertandang ke Sydney Stadium.
Dan yang paling penting, mari saatnya kita bersatu untuk mewujudkan mimpi tim Merah Putih lolos ke Piala Dunia 2026. Sepakat ya.




















