fbpx

Maghfirah Zainal Abidin, Guru Inspiratif sekaligus Relawan Peduli Yatim dan Dhuafa

KABARDAILY.COM – Sebuah kisah inspiratif dari perjalanan hidup seorang Guru PAI di SMPN 18 Banda Aceh,Maghfirah Zainal Abidin, MA ( 43 Tahun) merupakan sosok inspiratif yang sangat peduli kepada keberlangsungan pendidikan peserta didik dan juga kepeduliannya pada pemberdayaan anak yatim dan dhuafa yang telah dicetusnya sejak beberapa tahun lalu.

Terkini, lewat komunikasi dan program yang digagasnya, dia menemukan sebuah keluarga yang menempati rumah tidak layak huni di sebuah perkampungan di kawasan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar yang dihuni oleh delapan penghuni( enam orang yatim,ibu dan nenek) yang menempati rumah yang hampir ambruk.

Mereka enam orang anak anak yatim dimana ayah mereka telah berpulang kerahmatullah beberapa bulan lalu.Atas temuan kondisi tersebut, Maghfirah menggalang donasi untuk keluarga yatim tersebut dengan tekat mampu memberikan sumbangan sandang, pangan dan juga kesiapan mereka menghadapi hari raya idul fitri yang sudah di depan mata.

Dengan donasi yang dibuka tersebut,sejumlah penyumbang ikut serta memberikan sumbangan terbaiknya dalam rangka meringankan beban hidup keluarga yatim tersbut.

Alhamdulillah setelah saya mendapatkan informasi ada keluarga miskin dan yatim yang menempati rumah yang sangat tidak layak huni, saya mengunjunginya langsung dan mendapati anak anak kecil yang menangis didampingi ibu dan nenek mereka.

Ternyata mereka menghuni tempat tinggal yang tidak layak,mereka menumpang hidup di tempat orang dan butuh perhatian kita semua. Dengan mengharapkan doa dan mengajak sejumlah pihak,lewat pengabdian dan totalitas yang dijalankannya, akhirnya keluarga ini mendapat sambutan dan kunjungan sejumlah pihak melalui perantara Ibu Maghfirah.

Tiga orang dermawan sudah datang mengunjungi keluarga tersebut dan mereka amat terkejut dengan kondisi yang didapatinya.

Kami bersyukur dapat hadir secara langsung dan ikut menyaksikan aksi yang digagas oleh Ibu Maghfirah ucap Ibu Diannur Kemalasari, S.Pd ( Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 18 Banda Aceh) yang hadir langsung ke lokasi.

Sungguh ini sebuah aksi kemanusiaan yang digagas sangat mulia oleh seorang Guru sekaligus pejuang yatim dan dhuafa,bukan hanya sekarang sejak beberapa tahun lalu, Maghfirah telah memulai aksi peduli tersebut dengan menyasar dhuafa dan yatim semua dapat meringankan beban hidup keluarga ini ujar Ibu Dian yang tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya.

Kami menargetkan keluarga ini dapat dibangun rumah yang layak huni dengan mencari donator yang sedang kami jajaki saat ini dan semoga suatu hari mereka dapat memiliki rumah yang layak huni di lokasi lain.

Aksi Ibu Maghfirah menggalang donasi untuk anak anak yatim tersebut mendapat simpati dan dukungan penuh sejumlah pihak dimana teman temannya dan sejumlah muhsinin hadir dan ikut memberikan donasi terbaiknya untuk keluarga yatim tersebut. Alhamdulillah hari ini dengan ditemani dua orang Guru dan Kepala Sekolah,saya menyerahkan donasi untuk keluarga yatim ini,disaksikan langsung oleh Ibu Zahraton, S.Ag( Plt. Kepala SMPN 10 Banda Aceh) dan Ibu Wildan Simanjuntak, S.Ag( Guru PAI SMPN 9 Banda Aceh) serta Azka Syakira yang diterima secara langsung oleh Ainun Mardiah Isteri dari Almarhum Parulian ujar Maghfirah Zainal Abidin.

Ainun Mardiah mengisahkan bahwa hadirnya Ibu Maghfirah yang membawa sejumlah penyumbang dan membuka dompet peduli yatim untuk anak anak kami disini membuat saya terisak dan tidak menduga akan terjadi seperti hari ini.

Atas nama keluarga kami menyampaikan terimakasih kepada Ibu Maghfirah,Ibu Dian,Ibu Zahraton, Ibu Wildan Simanjuntak dan Adinda Azka Syakira atas kunjungan ke rumah kami disini.

Juga kepada sejumlah donatur lain yang telah ikut menyumbang untuk kami sekeluarga, Amanah bapak/ibu sudah kami terima semoga Allah swt membalas dengan sejuta kemuliaan ujar Bu Ainun Mardiah dengan nada terisak yang ditemani Ibu dan anak anaknya.

Ainun Mardiah menjelaskan bahwa dirumah yang tidak layak huni ini dirinya tinggal bersama ibundanya Mariah dan enam orang anaknya yaitu Maulidun ( 17 tahun),Rohnir ( 15 tahun), Try One ( 12 tahun), Hikma ( 10 tahun), Bintang ( 9 tahun) dan Berlian ( 1,5 tahun).Maghfirah menceritakan aksinya ini murni sebagai aksi kemanusiaan untuk meringankan beban hidup keluarga yatim tersebut.

Saya sangat Ikhlas membantu mereka dengan mencari dermawan dan muhsinin yang mampu membuat anak anak yatim tersebut tersenyum dan ikut berbahagia apalagi menjelang hari raya idul fitri semoga Allah berikan kesabaran kepada mereka dan kelak hunian mereka dapat dibantu oleh Pemerintah atau pihak terkait lainnya dalam mewujudkan rumah yang layak huni bagi keluarga ini ujar Ummi Maghfirah Ibu dari enam anak ini dengan penuh pengharapan.

Pihaknya juga memberikan apresiasi dan terimakasih yang tak terhingga untuk para donatur yang berasal dari berbagai kalangan terutama dari kalangan Pendidik di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh baik yang datang langsung ke lokasi maupun yang mengirim bantuan dana.

Terimakasih kepada Para Muhsinin yang telah berbagi kebahagiaan dengan keluarga yatim ini semoga Allah swt mencatat sebagai amal salih apalagi ini di akhir bulan ramadhan,bulan yang penuh berkah .[ red]