30.4 C
Banda Aceh
BerandaLiterasiKetua PD IPI Aceh Jadi Pembicara pada RTD UMP Malaysia

Ketua PD IPI Aceh Jadi Pembicara pada RTD UMP Malaysia

kabardaily.com – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh, Nazaruddin MLIS PhD menjadi salah seorang pembicara pada Round Table Discussion (RTD) on Digital Competencies for Information Literacy yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP), Selasa (8/3/2022) secara virtual.

Nazaruddin bersama 12 panelis lainnya perwakilan dari Negara Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Montenegro dan Australia berdiskusi tentang kompetensi digital untuk literasi informasi dan strategi implementasinya di Negara masing-masing.

Diskusi meja bundar adalah inisiatif di bawah Celik Digital @ yang merupakan kerjasama antara UMP dan UNESCO Information for
All Program (IFAP).

Diskusi tersebut difokuskan pada tiga sesi yaitu literasi informasi dan literasi media, kompetensi digital dan tantangan dan peluang di era digital dengan model diskusi menggunakan Teknik Round Robin, dimana setiap panel diberikan waktu berkisar 4 hingga 5 menit untuk menguraikan pemikiran mereka tentang setiap topik yang dibahas.

Dalam pemaparannya, Nazar menjelaskan bahwa literasi informasi dan literasi media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, individu yang melek informasi harus dapat menganalisis informasi dari berbagai perspektif untuk mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat.

“Seseorang yang melek media atau informasi dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih percaya diri ketika berinteraksi dengan media dan informasi dalam kehidupan sehari-hari,”kata Nazar dalam materinya.

Lebih lanjut, Nazar menjelaskan bahwa literasi media/informasi secara signifikan berdampak pada pendidikan, karir, ekonomi dan politik. Tentu semua akan bermuara pada perubahan sosial yang positif.

Secara khusus Nazar menambahkan bahwa dalam perspektif pustakawan, kompetensi literasi informasi merupakan sebuah siklus yang dimulai dengan kesadaran seseorang akan kebutuhan informasi,kemampuan mengartikulasi informasi yang diekspresikan dalam berbagai bentuk seperti teks, data, gambar, dan multimedia, mengetahui tempat atau sumber informasi yang tepat, dapat mengakses informasi secara efektif, menganalisis kualitas informasi; mengekstrak informasi, menggunakan dan mereproduksi informasi sebagai pengetahuan baru serta mengomunikasikannya secara kreatif, efektif, legal sebagai sebuah proses transfer pengetahuan.

Terkait perlunya kompetensi digital terhadap literasi informasi, Nazar menyebutkan bahwa kompetensi digital merupakan prasyarat untuk keberhasilan literasi informasi. Hal ini karena evolusi teknologi informasi di era digital memerlukan penyesuaian-penyesuian dalam beberapa kompetensi literasi informasi.

Menurut Nazar, untuk mengembangkan kompetensi digital seseorang dapat belajar secara mandiri melalui sumber online, mengikuti pelatihan, berpartisipasi dengan program-program pegiat literasi digital, maupun ikut serta dalam program literasi digital pemerintah seperti program siberkreasi.

Terkait pertanyaan bagaimana media dan informasi mempengaruhi perubahan dalam masyarakat saat ini? Nazar menganalogikan bahwa media dan informasi seperti protein bagi otak manusia. Protein ini akan membentuk perilaku seseorang dan akan berkembang menjadi budaya.

Oleh karena itu, literasi media dan literasi informasi menjadi pedoman untuk memperoleh protein yang sehat di tengah terpaan racun informasi berupa berita bohong, disinformasi, misinformasi dan sebagainya.

Apa saja tantangan yang berdampak besar dalam literasi media/informasi?

Pertama, digital shock atau kaget digital yaitu terjadi perubahan yang sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini membuat program literasi/media kalah cepat dalam menyesuaikan kompetensi baru yang dibutuhkan.

Kedua, masalah kesenjangan digital, terutama di negara-negara dengan populasi besar seperti Indonesia, rendahnya partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya media/informasi.

ketiga kurangnya kerjasama antara pemerintah dengan lembaga, lembaga pendidikan, dan pihak swasta serta dengan para penggiat literasi.

Bagaimana kita bisa bergerak menuju pembudayaan Literasi Media/Informasi di masyarakat?

Pertama, perlu keseriusan pemerintah serta kejelasan visi dan misi yang ingin dicapai dalam upaya pemberdayaan masyarakat digital, kedua perlu peningkatan kerjasama dengan semua pihak terkait baik pemerintah maupun swasta, ketiga perlu membentuk tim sinergi dari tingkat pusat hingga desa untuk mewujudkan program berbasis inklusi sosial melalui talenta digital. Keempat perlu melibatkan para influencer muda dan pelaku startup untuk mengkampanyekan sekaligus memebina masyarakat, khusunya generasi digital.

Dalam hal ini saya sangat optimis jika program Gerakan Literasi Digital Nasional yang saat ini sedang gencar dilaksanakan pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Infomatika Republik Indoesia. Ditambah lagi, tranformasi digital merupakan salah satu isu perioritas pemerintah dalam Presidensi G20 Indonesia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI pada saat Peresmian Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia, Rabu malam (01/12/2021).

Pada sesi penutup Nazar menyarakan agar diskusi meja bundar ini perlu dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dan berbagi praktek terbaik dari berbagai perspektif dari seluruh dunia dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, dan penggiat literasi. []

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

31,112FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Related News

Indonesia
6,050,958
Total confirmed cases
Updated on May 17, 2022 16:36
Indonesia
156,464
Total deaths
Updated on May 17, 2022 16:36
Indonesia
4,697
Total active cases
Updated on May 17, 2022 16:36