28.9 C
Banda Aceh
BerandaAgamaHoaks Hasilkan 100 M Pertahun

Hoaks Hasilkan 100 M Pertahun

Oleh : Abu Teuming*

SANTERDAILY.COM | ——Tadi pagi ada program di Transtv yang dibawa Papi Uya. Menayangkan 12 orang ditangkap polisi karena menyebar berita hoaks. Foto mereka yang ditampilkan di layar televisi terlihat muda dan cantik.

Pembawa acara bersama rekannya memberi komentar; mereka ini tak ada otak? Atau apa maunya? Apa tujuannya? Apa mereka tidak ada kerjaan?

Untuk pertanyaan terakhir saya (penulis) ingin menjawab; ya pekerjaan mereka menyebarkan hoaks. Bukan tidak ada kerjaan.

Kembali lagi. Memang benar selama ini kerap viral berita penculikan anak. Pelakunya pun banyak yang dihajar warga karena kesal melihat teganya manusia itu melakukan penculikan anak. Terlebih ada hoaks tambahan yang menginformasikan bahwa organ tubuh manusia laku dijual 5 M.

Tak tanggung-tanggung. Hampir semua pengguna media sosial membagikan infomasi itu. Seakan-akan mereka ingin mengingatkan bahwa ada ancaman baru bagi orang tua. Dan mesti waspada agar anak selamat di mana pun berada.

Kita menyadari, niat teman media sosial kita itu sangat baik. Namun belum tentu yang dibagikan olehnya merupakan informasi benar terjadi dalam masyarakat.

Dalam pertemuan di kelas Forum Aceh Menulis (FAMe), seorang dosen Sekolah Tinggi Intelijen Negeri (STIN) mengungkapkan “setiap hoaks yang disebarkan ada pihak yang diuntungkan. Setiap tahun industri hoaks menghasilkan 100 M.”

Informasi dari Stepi Anriani tersebut membuat saya kaget, betapa kreatifnya manusia zaman now yang memfaatkan teknologi dan media sosial sebagai cara meraut finansial. Dengan bekal ide jahat mereka telah berhasil mendirikan Industri Hoaks yang pabriknya bebas di alam maya. Namun ini tidak tergolong dalam UMKM atau apresiasi dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)

Masyarakat harus cerdas di dunia nyata dan dunia maya. Sebab kedua dunia tersebut memiliki peluang untuk menjatuhkan kita dalam hal negatif.

Informasi yang didapat harus melalui tabayyun/diteliti ulang. Agar dunia ini tidak terbalik gara-gara berita hoaks yang kita sebarkan.

Kepala Kesbangpol Aceh berkata: orang kita selalu ingin tampil pertama atau terdepan. Termasuk membagikan informasi yang belum tentu benar. Akhirnya melanggar Undang-undang ITE.

Semoga pengguna media sosial zaman now semakin memperbaiki diri saat berinteraksi di medsos, agar selamat bagi dirinya dan orang lain. Terlebih MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa menyebarkan berita hoaks hukumnya haram.

*Abu Teuming. Direktur LSM Keluarga Sakinah Mawaddah dan Rahmah (K-Samara)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

31,112FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Related News

Indonesia
6,053,424
Total confirmed cases
Updated on May 25, 2022 19:54
Indonesia
156,553
Total deaths
Updated on May 25, 2022 19:54
Indonesia
3,011
Total active cases
Updated on May 25, 2022 19:54