fbpx

Compassion dalam Islam

  • Oleh : Juwita SPd, pengembang kurikulum Disdikbud Aceh Besar

kabardaily.com – Compassion artinya iba/kasihan, secara tersirat dapat dijelaskan sebagai sebuah perilaku gerakan emosi seseorang yang menunjukkan kepedulian serta tergerak untuk memberikan bantuan kepada orang lain.

Iba atau kasihan akan berwujud kasih sayang dimana suatu bentuk perasaan di hati dan segenap jiwa sebagai anugerah Tuhan yang dirasakan manusia. Dengan adanya rasa kasih sayang, terciptalah rasa empati, kepedulian, dan kedamaian kepada orang lain. Tidak hanya itu, kasih sayang bisa mendorong manusia untuk membantu meringankan beban yang dialami oleh manusia lainnya baik secara moril maupun materil.

Rasa kasih sayang yang dimiliki juga dapat menghilangkan sifat individualis, egois serta dapat bertindak mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi. Sikap compassion juga dapat menciptakan suasana rukun dan harmonis dalam kehidupan.

Terdapat perbedaan antara empati dan compassion, dimana sikap compassion kita tidak hanya merasa kasihan, prihatin kepada orang lain, akan tetapi kita melakukan sebuah aksi nyata untuk orang-orang sekitar.

Compassion sangatlah penting karena dalam kehidupan hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri dan tidak pula serba berkecukupan, manusia saling membutuhkan, saling membantu antara satu dengan lainnya dalam memecahkan masalah bersama-sama.

Secara umum compassion dalam kehidupan mutlak diperlukan dan kita harus menunjukkan compassion kepada orang lain dengan penuh keikhlasan karena kebaikan akan kembali untuk diri kita sendiri diantaranya :
– dapat mengurangi tekanan dan pikiran negatif dari sekitar kita;
– meningkatkan rasa peduli dan saling membantu;
– membangun hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain;
– memahami perasaan dan kondisi orang lain serta memberikan respon yang sesuai dalam berbagai situasi.

Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki pandangan tentang kasih sayang. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah SWT dengan wujud sempurna, diberikan akal, diberikan nafsu, dan bermacam perasaan di hati. Dalam hukum Islam melalui ayat-ayat suci Al-Quran dan juga Hadist RasulululIah SAW Islam mengatur bentuk kasih sayang dalam hal positif untuk kebaikan ummat manusia dalam Islam.

Memiliki rasa kasih sayang kepada makhluk lain merupakan fitrah yang dimiliki manusia. Maka, akan tetapi kita harus dapat menempatkan rasa kasih sayang ini sesuai kodratnya, sesuai tempatnya dan tidak melanggar aturan batas-batas dalam hukum Islam.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Turmidzi, “Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya”. Hadis tersebut disebutkan didalamnya adalah kata ‘manusia’ bukan hanya saudara muslim. Artinya kita bisa memaknai bahwa Islam mengajarkan semua kita untuk menyayangi sesama manusia di muka bumi ini.

Tidak hanya di hadis tersebut, dalam hadis lain juga diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi”. Kemudian mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, semua kami pengasih”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kembali, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia” (H.R. Ath Thabrani).

Sebagai agama rahmat bagi seluruh alam, Islam juga mengajarkan bahwa kasih sayang diwujudkan bukan hanya antara sesama manusia, melainkan juga pada binatang atau hewan, tumbuh-tumbuhan dan semua makhluk lain ciptaan Tuhan di lingkungan sekitar.

Pernah diceritakan Abu Bakar as Shiddiq radhiallahu ‘anhu berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah.

Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu”.

Dari nasehat tersebut sungguh mencerminkan makna kasih sayang yang diajarkan oleh agama Islam. Kasih sayang tidak hanya untuk manusia melainkan juga untuk lingkungan di sekitarnya.

Dalam surat At-Taubah ayat 128, Allah subhanahu wa ta’alah berfirman, “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

Makna ayat tersebut kita dapa mengetahui bahwa Islam sendiri diturunkan dengan penuh kasih sayang kepada semua ummat manusia di muka bumi.

Keteladanan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan bukti nyata bahwa kasih sayang dalam Islam merupakan hal yang tidak terpisahkan dari iman.

Hal ini tercermin dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.

Mewujudkan bentuk kasih sayang dalam Islam, manusia diharuskan untuk melakukan Tindakan perilaku yang nyata. Kasih sayang diberikan kepada manusia lain dalam bentuk saling membantu atau tolong menolong, meringankan beban dan penderitaan orang lain, tidak bemusuhan atau menjaga silaturrahmi, menyeru orang lain ke jalan Allah, hidup selalu rukun dan damai dan lain tindakan nyata lainnya.

Kasih sayang kepada makhluk cipaan Tuhan lainnya misalnya lingkungan bisa berupa menjaga kebersihan denan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga keasrian dan kelestarian lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan, tidak menyiksa binatang, memelihara binatang dengan baik dan penuh rasa kasih sayang.

Salah satu bentuk ibadah kepada Allah dengan kasih sayang.
Dari beberapa ayat dan hadis di atas, bahwa kasih sayang dalam Islam mempunyai makna yang sangat luas. Sifat kasih sayang ini termasuk dalam sifat yang dicintai Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala sangat membenci manusia yang tidak memiliki rasa kasih sayang di hatinya. Ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya, “Rasa kasih sayang tidaklah dicabut, melainkan hanya dari orang-orang yang celaka” (H.R. Ibn Hibban).

Dengan menciptakan kasih sayang kepada manusia dan makhluk lainnya, namun masih tetap dalam bingkai agama merupakan salah satu bentuk ketakwaan manusia kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan sifat kasih sayang menjadi penyebab Allah mencintai diri kita.

Kasih sayang merupakan suatu akhlak mulia yang disukai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan merupakan bentuk ibadah kita kepada Allah jika diniatkan serta ditunjukkan dengan cara yang baik dan benar.
Dalam hadis riwayat Na’im melalui Ibnu Abbas radhiallahu ‘anha, disebutkan “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah”.

Dalam surat Ali Imran ayat 31, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Mematrikan rasa kasih sayang dalam hati dengan tindakan nyata kepada makhluk dan lingkungan sebagai bentuk cinta kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, akan membuat kita melaksanakan hal positif yang diridhai Allah serta berpegang teguh pada ajaran agama Islam dalam berkasih sayang. Kasih sayang tidak digunakan sebagai alasan untuk berbuat zalim atau hal perbuatan yang melanggar larangan Allah subhanahu wa ta’ala.

Tujuan kita hanya cinta Allah semata, maka kesenangan duniawi yang mengatas namakan kasih sayang tidak akan membutakan mata dan hati kita yan nantinya akan membuat kita jatuh ke lembah kehinaan.

Sebagai seorang yang beragama Islam sejatinya kita wajib menjalankan ajaran Islam untuk mengasihi dan menyayangi baik sesama manusia maupun makhluk ciptaan Allah lainnnya. Semogga kita bisa menjadi hamba yang lebih baik, berkah dan bermanfaat dalam kehidupan.

This idea of compassion comes to us because we’re made in the image of God, who is ultimately the compassionate one (Gagasan belas kasih ini datang kepada kita karena kita diciptakan sesuai dengan citra Tuhan).

To discover compassion, you need to be compassionate (Untuk menemukan belas kasih Anda harus menjadi penuh kasih).